Desainer Indonesia Harus Maksimalkan Pemasaran Secara Online agar Roda Ekonomi Tetap Berjalan
APPMI, Asosiasi perancang pengusaha mode indonesia
Asosiasi perancang pengusaha mode indonesia
316
post-template-default,single,single-post,postid-316,single-format-standard,bridge-core-2.0.3,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,footer_responsive_adv,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-19.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Desainer Indonesia Harus Maksimalkan Pemasaran Secara Online agar Roda Ekonomi Tetap Berjalan

 

 

Ketua Umum BPP APPMI, Poppy Dharsono memimpin rapat pleno diperluas secara virtual (16/5)

Penulis: Lalu Hilman Afriandi 

APPMI.OR.ID, JAKARTA— Ditengah pandemi Covid-19, Badan Pengurus Pusat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (BPP APPMI) menggelar rapat pleno diperluas kedua di tahun 2020 secara virtual melalui layanan video conference.

Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono memimpin rapat selama hampir tiga jam secara virtual mulai pukul 14.30 WIB. Sebanyak 21 peserta yang terdiri dari para pengurus pusat dan ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) APPMI seluruh Indonesia ikut aktif dalam rapat tersebut. 

Dalam sambutannya, Poppy Dharsono mendorong para perancang busana yang tergabung dalam APPMI untuk memaksimalkan platform digital sebagai media untuk memasarkan produk mereka. 

“Agar kita semua desainer, walaupun di rumah kita bisa berjualan dengan baik di online. Nah, oleh karena itu,  APPMI selain kita memiliki program-program yang sudah dicanangkan dahulu kala, kita juga harus memiliki program-program agar online ini bisa lebih terstruktur terarah didalam komunitas APPMI, sehingga semua anggota itu bisa dengan baiknya berjualan di online,” Tegas Poppy Dharsono. 

Peserta rapat menyambut antusias dorongan Poppy Dharsono tersebut dan menyampaikan pandangan-pandangan yang memperkuat dorongan untuk memaksimalkan pemasaran melalui online.

Dalam rapat ini, BPP APPMI membahas perkembangan organisasi APPMI di pusat dan daerah, situasi dunia fesyen terkini, penjadwalan pagelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2020, dan berbagai rekomendasi untuk dilaksanakan oleh para pengurus. Selain itu, turut dibahas 15 program kerja prioritas APPMI 2019 – 2024, diantaranya standardisasi mutu dan ukuran busana Indonesia, pembentukan lembaga sertifikasi perancang mode, penyelenggaraan World Modest Fashion Week, dan lain-lain. 

Bersama BPP APPMI, Poppy Dharsono berupaya kuat agar pagelaran IFW 2020 bisa diselenggarakan pada Oktober 2020. Namun, hal tersebut mendapat tanggapan lain dari peserta rapat. Terkait penyelenggaraan IFW 2020, Sekretaris APPMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ayu Purhadi dalam laporannya menyampaikan bahwa anggaran pemerintah daerah ditengah pandemi Covid-19 sebagaian besar dialihkan untuk menanggulangi dampak sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Ayu Purhadi menyampaikan keinginan pemerintah daerah setempat agar pagelaran ditunda sampai tahun depan.  

Pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Poppy Dhrasono yang menyatakan bahwa perlunya melakukan penyesuaian dalam menghadapi situasi di tengah pandemi Covid-19, salah satunya dengan terus berupaya memastikan roda ekonomi dapat berjalan.  

Buying power itu adanya di Jakarta. Berapa bulan tidak ada kegiatan, saya yakin pada Indonesia Fashion Week akan banyak orang yang menginginkan untuk pergi ke sebuah pameran. Karena sebagai contoh, Inacraft saja mereka menjalankan, mereka juga ambil di bulan Oktober, kemudian Jakarta Fashion Week juga tetap di bulan Oktober. Jadi, memang pasti tidak akan sama dengan biasanya, tapi kami dari penyelenggara tetap berpikir, bahwa kegiatan ekonomi harus tetap kita jalankan,” kata Poppy Dharsono dalam rapat plenodiperluas Sabtu (16/5). 

Poppy Dharsono mengajak para peserta untuk optimis dan yakin bahwa pagelaran IFW 2020 dapat digelar pada Oktober mendatang. Rencananya, IFW 2020 akan diselenggarakan pada 7 – 11 Oktober 2020 di Jakarta Convention Center.